Gresik – Cuaca buruk yang melanda perairan Pulau Bawean hampir dua pekan terakhir tidak hanya berdampak pada terhentinya aktivitas pelayaran, tetapi juga memunculkan persoalan serius terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik segera mengambil langkah darurat.
Wakil Ketua DPRD Gresik, Lutfi Dawam, menegaskan bahwa situasi di Bawean sudah menyentuh aspek kemanusiaan. Terhentinya transportasi laut menyebabkan distribusi logistik tersendat, harga bahan pangan melonjak, serta akses layanan kesehatan menjadi sangat terbatas.
“Ini bukan hanya soal sembako mahal. Ada pasien yang tidak bisa dirujuk ke rumah sakit di daratan karena kapal tidak beroperasi. Bahkan dalam kondisi tertentu, warga harus dievakuasi menggunakan pesawat,” ungkap Lutfi, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, cuaca ekstrem memang berada di luar kendali manusia. Namun dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan harus segera direspons melalui kebijakan cepat dan terukur. Ia meminta Pemkab Gresik bersama Forkopimda dan Forkopimcam turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Ketika distribusi terhenti, inflasi harga pasti terjadi. Tapi jangan sampai masyarakat dibiarkan menanggung beban sendiri. Pemerintah harus hadir menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pangan,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Dampak terhentinya pelayaran kini mulai terasa di pasar-pasar Bawean. Harga telur ayam naik dari Rp32 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, sementara harga daging ayam melonjak dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dinilai memberatkan warga yang menggantungkan pasokan dari daratan Gresik.
Salah satu warga Bawean, Sarmila, mengaku resah dengan kondisi yang berulang setiap kali cuaca buruk melanda. Ia berharap pemerintah segera menemukan solusi agar distribusi logistik dapat kembali normal.
“Kalau cuaca jelek, kami selalu terdampak. Harga naik, barang susah. Kami berharap ada perhatian dan solusi cepat dari pemerintah,” ujarnya.
DPRD Gresik menilai situasi ini perlu penanganan lintas sektor, mulai dari pengendalian harga, penguatan stok pangan lokal, hingga skema transportasi darurat untuk kebutuhan kesehatan. Tanpa langkah konkret, masyarakat Bawean dikhawatirkan terus berada dalam kondisi rentan setiap kali cuaca ekstrem terjadi.






