Gresik — Pemerintah Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik terus mempercepat pembangunan destinasi wisata buatan berbasis desa yang berdiri di atas lahan tanah kas desa (TKD) seluas 5 hektare. Proyek ini ditargetkan dibuka untuk umum pada tahun 2026, dengan konsep wisata keluarga yang lengkap dan menarik.
Kepala Desa Golokan, Muslikan, menjelaskan bahwa progres pembangunan telah menunjukkan hasil signifikan. Infrastruktur mulai tertata, kolam renang sudah dilengkapi perosotan, dan bangunan food court (pujasera) telah berdiri megah sebagai pusat kuliner sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
“Pujasera ini nantinya bisa dimanfaatkan warga sekitar untuk berjualan. Target kami, tahun depan wisata ini sudah bisa dibuka untuk umum,” ujar Muslikan, Jumat (20/6/2025).
Salah satu wahana yang digadang-gadang menjadi daya tarik utama adalah Rainbow Slide atau seluncuran pelangi setinggi 7 meter. Muslikan menyebut, wahana ini tengah menjadi tren di berbagai destinasi wisata dan akan dibangun secara megah untuk menarik kunjungan wisatawan.
“Rainbow slide ini yang menjadi daya tarik utama. Kami ingin wisata di Golokan bisa dikenal dan menjadi pilihan favorit masyarakat,” tambahnya.
Destinasi wisata ini akan dilengkapi beragam fasilitas seperti, Kolam renang, Area bermain anak, Pujasera/food court, Kolam pancing, Bianglala dan Rainbow slide.
Semua fasilitas dirancang untuk memberikan pengalaman liburan keluarga yang menyenangkan dan terjangkau.
Camat Sidayu, Suwartono, turut memantau langsung progres pembangunan. Ia memastikan semua tahapan berjalan sesuai perencanaan, transparan, dan akuntabel.
“Kami optimistis, wisata desa ini akan menumbuhkan ekonomi lokal dan menjadi daya tarik baru di Kecamatan Sidayu,” tegas Suwartono.
Ia menambahkan, lokasi Desa Golokan yang strategis di jalur Pantura Gresik–Tuban menjadikannya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.
“Aksesnya mudah dari berbagai arah. Ini tentu jadi nilai tambah,” pungkasnya.
Pembangunan destinasi wisata Golokan menjadi bagian dari strategi desa dalam mendorong pemanfaatan aset desa untuk kesejahteraan masyarakat, serta mendukung arah pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal.






