Gresik – Ratusan pesilat dari berbagai perguruan tampil dalam pentas seni bertajuk ‘Tasyakuran dan Halal Bihalal’ yang digelar Persatuan Pencak Silat Tradisional (PPST) Burung Sikatan di Lapangan Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Pentas seni ini digelar menjadi momentum mempererat silaturahmi antar perguruan pencak silat tradisional se Kecamatan Bungah, terutama dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni bela diri dengan nilai historis dan budaya tinggi.
Acara berlangsung begitu meriah dengan dihadiri ribuan penonton. Hadir pula Wakil Bupati Gresik dr. Ashluchul Alif, Anggota DPRD Gresik Noto Utomo dan Yuyun Wahyudi, Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimcam) Bungah, sejumlah kepala desa (Kades), puluhan tokoh dan pimpinan perguruan seni pencak silat tradisional se-Kecamatan Bungah, serta para tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Tasyakuran dan Halal Bihalal Pentas Seni PPST Burung Sikatan, M. Imron mengatakan bahwa acara ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi antar perguruan. Tetapi juga momentum upaya pelestarian warisan budaya khas Indonesia khususnya di Kabupaten Gresik yang hingga kini masih terus dilestarikan.
“Kita ingin mempererat tapi silaturahim dengan semua perguruan. Karena seni pencak silat merupakan budaya warisan leluhur yang sampai sekarang terus dilestarikan dari generasi ke generasi,” kata Imron, Sabtu (19/4/2025).
Imron menambahkan, dalam momen pagelaran kali ini kami pengurus PPST Burung Sikatan juga ingin memperkenalkan kepada publik bahwa di Kecamatan Bungan terdapat 28 perguruan pencak silat tradisional Tradisional. Selain pencak silat baik tunggal maupun ganda putra dan putri, juga terdapat 14 seni macanan, 4 jaran kepang dan 1 barongan.
“Dari 28 perguruan silat tersebut ada 14 yang memiliki seni macanan , 4 jaran kepang dan 1 barongan dengan ciri khas perguruannya masing-masing ” terangnya.

Sementara Camat Bungah Izzul Muttaqin menuturkan gelaran pentas seni pencak silat tradisional ini menjadi ajang untuk merajut kekompakan dan persatuan antar perguruan seni pencak silat. Selain itu juga mencetak generasi atlet yang bisa meraih prestasi dan membawa nama harum Kabupaten Gresik.
“Kami berharap Pencak Silat Tradisional bisa menjadi ajang merajut kekompakan dan kerukunan antar perguruan, serta mencetak atlet pencak silat yang bisa meraih prestasi dan membawa nama harum Kabupaten Gresik,” terangnya.
Ia berharap agar semangat melestarikan dan pengembangan seni pencak silat tradisional tetap menyala. Sebagai bagian dari upaya merawat kekayaan budaya yang menjadi identitas kearifan lokal masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Gresik.
“Semoga Perguruan pencak silat tradisional bisa mengayomi dan meningkatkan warisan budaya leluhur kita,” pungkasnya.
Adapun 28 Perguruan silat tradisional di Kecamatan Bungah yakni
- Cikaret Sentral Candi Muda (Melirang)
- Singo Maruto (Kemangi)
- Naga Sakti (Pegundan)
- Bintang Sakti (Kisik Karanjarak)
- Sinar Kuda Sakti (Kisik Ndelik)
- Persis (Sungon Legowo)
- Putra Jaya (Lebak Sari)
- Sarimulyo (Gunungsari)
- Parikesit (Sukorejo)
- Garuda Hitam (Bedanten)
- Gajah Putih (Bungah Kota)
- Indra Jaya (Indro)
- PSA Singa Padang Pasir (Abar-Abir)
- Persis (Sidokumpul)
- Sima Bawat (Grogol)
- Harimau Gawat (Masangan)
- Baja Buana (Pereng Wetan)
- Weringinanom Pedang Kencono (Pereng Kulon)
- Tapak Cinde (Mojopuro Wetan)
- Jaran Putih (Mojopuro Gede)
- Kumbang Sakti (Galalo)
- Satria Muda Bintang Pamungkas (Kaweden Mojopuro Gede)
- Singosari (Raci Wetan)
- Buaya Putih (Sidorejo)
- Joko Samudro (Gumeng)
- Cinde Laras (Sidomukti)
- Kencono Wungu (Tajung Widoro Mengare)
- Dali Kumbang (Watu Agung Mengare)






