Disambangi Dokter Alif, Keluarga Penderita Polio Tersenyum Bahagia

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif Kunjungi Rumah Warga yang Memohon Bantuan Kursi Roda
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif Kunjungi Rumah Warga yang Memohon Bantuan Kursi Roda

Gresik – Bentuk kepedulian terhadap masyarakat tak hanya ditunjukkan melalui program-program strategis, tapi juga lewat aksi nyata di lapangan. Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, kembali menunjukkan komitmennya dalam merespon cepat keluhan warga. Kali ini, ia melakukan kunjungan langsung ke rumah salah satu warga bernama Munir di Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik, yang mengirim pesan melalui WhatsApp memohon bantuan kursi roda.

Warga tersebut memiliki seorang anak Marvel (12) yang mengalami sakit polio dan sangat membutuhkan alat bantu mobilitas. Tanpa prosedur birokrasi yang berbelit, Wakil Bupati langsung menanggapi pesan tersebut dan menjadwalkan kunjungan untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

“Begitu pesan WA masuk dan saya cek kondisinya memang layak dibantu, saya putuskan untuk langsung datang. Ini bagian dari tugas kami sebagai pelayan masyarakat. Jangan sampai ada warga yang kesulitan namun tidak tertangani hanya karena proses administratif yang panjang” ungkap dr. Alif saat menyerahkan kursi roda di rumah warga.

Namun, kunjungan tersebut tidak hanya sekadar seremonial penyerahan bantuan. Wakil Bupati juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan beberapa pesan penting kepada perangkat kelurahan, kader kesehatan, dan warga yang hadir. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah pentingnya pendataan warga miskin dan rentan, ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Ia mengingatkan, masih banyak warga yang secara kondisi sangat layak menerima bantuan sosial, namun belum masuk dalam DTKS karena belum terdata dengan baik oleh instansi kelurahan atau desa. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu kendala utama ketika ada program-program kesejahteraan dari pemerintah pusat atau daerah yang membutuhkan data penerima secara akurat dan real time.

“Saya minta kelurahan dan desa untuk proaktif mendata warganya yang kondisinya layak di data. Jangan sampai ada warga miskin yang tidak masuk DTKS. Karena kalau tidak masuk, otomatis tidak bisa menjadi penerima bantuan ketika ada program baru atau tambahan kuota. Data ini harus siap, tidak bisa mendadak. Jangan sampai kancrit, tidak teridentifikasi,” tegasnya.

Selain itu, dr. Alif juga menyinggung pentingnya akses warga terhadap layanan kesehatan, terutama melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang saat ini tengah diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Ia mendorong agar warga yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) bisa segera diusulkan melalui jalur yang tersedia, agar mereka tidak kesulitan saat membutuhkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Kesehatan adalah hak dasar warga. Jangan sampai ada warga Gresik, khususnya keluarga miskin, yang tidak bisa berobat hanya karena tidak punya KIS. Dengan UHC, kita ingin memastikan semua warga terjamin secara kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, sebagai seorang dokter, Wakil Bupati juga memberikan edukasi langsung kepada warga tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Ia mengingatkan bahwa penyakit seperti polio, stunting, diare, dan infeksi lainnya sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan yang tidak layak.

“Saya titip, jaga kebersihan lingkungan. Pastikan anak-anak kita tumbuh sehat, tidak stunting. Air bersih, sanitasi yang layak, gizi seimbang, dan edukasi kesehatan harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Menutup kunjungan tersebut, dr. Alif kembali menekankan bahwa semua bentuk bantuan dari pemerintah harus berbasis pada data yang akurat. Oleh karena itu, warga yang merasa layak menerima bantuan sosial diminta untuk segera mengurus pendataan melalui perangkat desa. Di sisi lain, warga yang sudah terdaftar dalam DTKS juga diminta aktif memahami dan mengikuti alur setiap program yang tersedia.

“Prinsipnya, warga yang layak harus masuk DTKS dulu. Dan yang sudah masuk DTKS, harus paham alurnya. Kalau tidak begitu, bantuan bisa tidak sampai. Maka yang terpenting adalah memastikan data sudah siap,” pungkasnya.

Langkah cepat dan proaktif dari Wakil Bupati ini kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak warga yang merasa lebih dekat dan percaya bahwa pemerintah benar-benar hadir dan mendengar keluhan mereka secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *