Gresik – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Gresik berlangsung meriah. Sebanyak 71 barisan dari 46 unsur ambil bagian dalam Gresik Merdeka Carnival 2026, Sabtu (29/8/2026).
Kemeriahan semakin terasa ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif tidak hanya melepas rombongan, tetapi juga ikut menjadi bagian dari karnaval.
Keduanya menaiki mobil hias bertema Nogo Giri dan mengikuti perjalanan rombongan dari Kantor Bupati Gresik menuju Pendopo Kabupaten Gresik.
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik juga turut ambil bagian dalam rombongan. Keterlibatan langsung kepala daerah dan Forkopimda tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan Gresik Merdeka Carnival tahun ini.
Saat melepas rombongan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, panitia, komunitas, pelaku UMKM, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam Gresik Merdeka Carnival Tahun 2026,” kata Bupati Yani.
Menurutnya, perayaan kemerdekaan tidak semata-mata dilakukan melalui seremoni, tetapi juga melalui kegiatan yang mampu melibatkan masyarakat secara langsung.
Karena itu, Gresik Merdeka Carnival diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, sekaligus menampilkan kreativitas, seni, dan budaya daerah serta memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Yang paling penting, mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk menampilkan kreativitas, seni, dan budaya Gresik, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM kita,” ujarnya.
Bupati Yani juga mengajak masyarakat menikmati seluruh rangkaian karnaval dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban sepanjang jalur yang dilalui peserta.
“Mari kita ramaikan bersama, kita jaga ketertiban, dan kita nikmati seluruh rangkaian kegiatan ini dengan penuh kegembiraan,” tuturnya.
Angkat Seni Budaya Gresik
Gresik Merdeka Carnival 2026 tidak hanya menampilkan beragam mobil hias dan barisan peserta. Kekayaan seni dan budaya lokal juga menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut.
Salah satunya ditampilkan melalui Pencak Macan, kesenian tradisional asal Gresik yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Pencak Macan merupakan kesenian yang lekat dengan kehidupan masyarakat Gresik. Pertunjukan tersebut menghadirkan karakter macan, monyet, serta sosok pembawa obor yang sarat dengan simbol dan nilai-nilai kehidupan.
Kehadiran Pencak Macan dalam karnaval menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal di tengah perayaan kemerdekaan yang melibatkan masyarakat secara luas.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali mengatakan, Gresik Merdeka Carnival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai agenda hiburan, tetapi juga sebagai panggung kreativitas seni dan budaya masyarakat.
“Tahun ini Gresik Merdeka Carnival diikuti 71 barisan dari 46 unsur, dengan 24 mobil hias, 9 kendaraan operasional, serta berbagai komunitas,” katanya.
Libatkan Ratusan UMKM
Rangkaian Gresik Merdeka Carnival 2026 juga diperkuat dengan sejumlah agenda pendukung. Salah satunya pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan di kawasan Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan Alun-Alun Gresik.
Berbagai atraksi seni dan budaya turut ditampilkan untuk menambah semarak suasana perayaan.
Selain itu, ratusan pelaku UMKM dilibatkan melalui bazar yang tersebar di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Pemkab Gresik, depan BPPKAD, area WEP, Pudak Galeri, hingga Alun-Alun Gresik.
Pelibatan UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Gresik agar perayaan kemerdekaan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung.
“Semoga Gresik Merdeka Carnival ini memberikan dampak positif bagi ekosistem kebudayaan di Kabupaten Gresik dan menjadi sarana perputaran roda perekonomian melalui UMKM dan ekonomi kreatif,” ujar Saifudin.
Gresik Merdeka Carnival 2026 akhirnya menjadi ruang bersama bagi berbagai elemen masyarakat. Pemerintah daerah, Forkopimda, komunitas, pelaku seni, UMKM, hingga masyarakat umum larut dalam perayaan kemerdekaan.
Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gresik bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi juga tentang kebersamaan, kreativitas, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat.






