Lomba Dayung Tradisional Desa Gredek: Adu Cepat, Jalin Silaturahmi, dan Kobarkan Semangat Nasionalisme

Peserta dari Komunitas Wartawan Gresik saat mengikuti lomba Dayung tradisional Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Sabtu (9/8/2025).
Peserta dari Komunitas Wartawan Gresik saat mengikuti lomba Dayung tradisional Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Sabtu (9/8/2025).

Grrsik – Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, kembali riuh oleh sorak-sorai warga. Lomba dayung tradisional yang memperebutkan Piala Kapolres Gresik 2025 kembali digelar, Sabtu (9/8/2025), dan sukses menarik puluhan tim dari berbagai daerah.

Kepala Desa Gredek, Bahrul Ghofar, menuturkan, lomba ini sudah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti. Tahun ini merupakan gelaran kelima sejak pertama kali diadakan.

“Jadi ini kegiatan lomba perahu dayung yang memperebutkan piala Pak Kapolres, diselenggarakan tiap tahun. Ini adalah tahun kelima,” ujar Ghofar seusai pembukaan.

Sebanyak 24 tim ikut berkompetisi, tak hanya dari Gresik, tetapi juga dari Lamongan, Sidoarjo, hingga Pekalongan. Peserta terdiri dari atlet dayung, perwakilan desa, hingga lembaga masyarakat.

Menurut Ghofar, lomba ini memiliki tujuan lebih dari sekadar adu cepat di atas air.

“Kami ingin menjalin silaturahmi antar-desa, khususnya di Kecamatan Duduksampeyan, sekaligus menanamkan rasa nasionalisme bagi generasi muda. Semoga dari sini juga lahir atlet-atlet dayung masa depan,” harapnya.

Camat Duduksampeyan, Dedy Hartadi, turut memberikan apresiasi. Ia menyebut, suksesnya acara tak lepas dari kekompakan antara pemerintah desa, karang taruna, dan tokoh masyarakat.

“Selain sebagai ajang silaturahmi dan pencarian bibit atlet, lomba ini juga mampu menggerakkan UMKM di Desa Gredek,” kata Dedy.

Menariknya, Komunitas Wartawan Gresik (KWG) juga ikut ambil bagian. Manajer tim, Azharil Farih, mengatakan keikutsertaan mereka bukan sekadar untuk memeriahkan acara, tetapi juga bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang melibatkan warga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga bisa ikut berpartisipasi dalam olahraga dan kebersamaan. Ini juga kesempatan bagi kami untuk lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Azharil berharap, lomba dayung ini terus digelar setiap tahun dengan kemasan yang semakin meriah.

“Kami yakin ke depan bisa menjadi festival tahunan yang besar dan menarik lebih banyak peserta,” tutupnya.

Dengan arus air yang beriak, teriakan penonton yang membahana, dan semangat peserta yang membuncah, Desa Gredek kembali membuktikan bahwa olahraga tradisional bisa menjadi perekat kebersamaan sekaligus pemacu prestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *