Musim Baratan Tekan Ekonomi Pesisir, DPRD Gresik Dorong Bansos dan Solusi Jangka Panjang

Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi
Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi

Gresik – Kondisi cuaca ekstrem yang ditandai musim baratan mulai memberi tekanan serius terhadap ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik. Menyikapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik meminta pemerintah daerah menghadirkan solusi menyeluruh bagi nelayan dan petambak yang terdampak.

Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi, mengungkapkan bahwa banyak nelayan kini mulai menyuarakan kebutuhan bantuan sosial (bansos). Musim hujan disertai angin kencang membuat aktivitas melaut terhenti dalam waktu yang cukup lama, sehingga nelayan kehilangan sumber penghasilan.

“Nelayan sudah mulai meneriakkan bansos karena masuk musim baratan. Mereka tidak bisa melaut demi keselamatan,” ujar Kurdi.

Ia menjelaskan, musim baratan kerap berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Dalam kondisi tersebut, nelayan praktis tidak memiliki alternatif mata pencaharian, sehingga kebutuhan ekonomi keluarga sulit terpenuhi.

Kurdi menegaskan, kehadiran pemerintah menjadi sangat penting untuk menjaga daya tahan ekonomi nelayan. Untuk jangka pendek, pemberian bantuan sosial dinilai sebagai langkah paling realistis untuk meringankan beban masyarakat pesisir.

“Solusi jangka pendek yang paling memungkinkan adalah bansos. Pemerintah harus hadir di situasi seperti ini,” tegasnya.

Namun demikian, DPRD Gresik menilai penanganan persoalan nelayan tidak boleh berhenti pada bantuan sementara. Kurdi mendorong pemerintah daerah merancang program jangka panjang yang berkelanjutan agar nelayan memiliki alternatif penghasilan ketika cuaca tidak memungkinkan untuk melaut.

“Misalnya melalui budidaya perikanan darat atau program pemberdayaan lain yang masih sesuai dengan keahlian nelayan,” imbuhnya.

Selain nelayan, perhatian juga diarahkan kepada petambak. Kurdi menyoroti tidak adanya pengajuan bantuan sosial pupuk bagi petambak pada tahun 2026, meskipun sebelumnya bantuan pupuk non-subsidi sempat diberikan.

Menurutnya, meskipun saat ini tersedia pupuk subsidi, bantuan sosial pupuk tetap dibutuhkan untuk menjangkau petambak kecil. Ia menilai skema subsidi dan bansos seharusnya berjalan berdampingan agar produktivitas petambak tetap terjaga.

“Subsidi menjangkau luas, sementara bansos pupuk bisa lebih spesifik membantu petambak kecil. Keduanya saling melengkapi,” jelasnya.

DPRD Gresik berharap pemerintah daerah segera merumuskan kebijakan yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga antisipatif terhadap siklus cuaca ekstrem yang rutin terjadi. Dengan solusi jangka pendek dan jangka panjang yang berjalan seiring, ketahanan ekonomi nelayan dan petambak diharapkan tetap terjaga di tengah tantangan iklim yang kian ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *