Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan keseriusan dalam membenahi infrastruktur jalan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat membuka Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik di Hotel Aston Gresik, Rabu (14/1/2026).
Dalam forum tersebut, Wabup Alif menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Pemkab Gresik mengalokasikan anggaran besar mencapai Rp2,8 triliun untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Anggaran tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk memastikan seluruh ruas jalan di Gresik berada dalam kondisi mantap pada 2028.
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp261 miliar dialokasikan khusus untuk perbaikan tujuh ruas jalan poros desa di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng. Ruas-ruas jalan tersebut masuk kategori super prioritas karena memiliki peran penting dalam konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat, dan ditargetkan selesai pada tahun 2026.
“Infrastruktur jalan adalah tulang punggung mobilitas dan penggerak roda perekonomian. Karena itu, perbaikannya harus direncanakan matang dan dilaksanakan secara tepat sasaran,” tegas Wabup Alif.
Ia menjelaskan, upaya peningkatan kualitas jalan telah dilakukan secara berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, Dinas PUTR Kabupaten Gresik telah menyelesaikan perbaikan jalan sepanjang 22,257 kilometer di 37 titik, menggunakan konstruksi beton, aspal, dan paving. Pekerjaan tersebut mencakup peningkatan dan pelebaran jalan, rekonstruksi ruas jalan, pembangunan jembatan, hingga perbaikan infrastruktur pendukung di Pulau Bawean.
Wabup Alif menambahkan, penentuan prioritas perbaikan jalan tidak hanya berbasis perencanaan teknis, tetapi juga memperhatikan aspirasi masyarakat. Laporan yang masuk melalui media sosial, kanal Lapor Gus, serta layanan darurat 112 menjadi salah satu bahan pertimbangan utama dalam menyusun daftar ruas jalan yang ditangani.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Peran camat dinilai strategis karena memiliki pemahaman langsung terhadap kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kami tidak ingin perbaikan dilakukan setengah-setengah. Jika harus diperbaiki, maka harus tuntas agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menekankan perlunya peningkatan manajemen waktu dan penguatan koordinasi antarperangkat daerah agar seluruh program infrastruktur dapat berjalan efektif dan sesuai target.
Dengan fokus pada ruas jalan berdampak ekonomi tinggi pada 2026, Pemkab Gresik optimistis target jalan mantap secara menyeluruh pada 2028 dapat tercapai, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.






