Gresik – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Bupati Gresik saat Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025).
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, TNI/Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Momen paling menggetarkan hati hadir saat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik yang terdiri dari pelajar SMA terpilih, sukses mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan langkah tegap dan penuh kebanggaan. Berkibarnya Merah Putih membuat seluruh peserta larut dalam rasa haru.
Tidak hanya khidmat, upacara juga berlangsung meriah dengan penampilan seni dan kreativitas pelajar. Drum band “Giri Santri” dari Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), paduan suara Korpri Gresik, hingga tarian daerah turut mewarnai suasana. Tarian khas “Kupat Keteg” yang dibawakan oleh 150 siswa dari Satuan Pendidikan Semen Indonesia Foundation menjadi sorotan utama dan disambut tepuk tangan meriah.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah sepeda kepada peserta upacara yang memiliki momen istimewa dengan tanggal 17 Agustus. Mulai dari peserta tertua, peserta yang lahir tepat di tanggal kemerdekaan, hingga pasangan yang menikah pada hari bersejarah tersebut.
Salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika Kepala Dinas PMD Gresik, Abu Hasan, bersama sang istri yang juga Kepala Dinas Kesehatan, Muhibbatul Khusnah, maju ke depan. Pasangan suami-istri ini menikah pada 17 Agustus 1996 dan tepat tahun ini merayakan ulang tahun pernikahan ke-29. Atas momen bersejarah itu, Bupati Gresik secara khusus menyerahkan hadiah sepeda sebagai simbol penghargaan.
Selain itu, sepeda juga diberikan kepada salah satu veteran tertua yang hadir di lokasi, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian kepada bangsa.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Imam Basuki, menjelaskan bahwa pemberian hadiah merupakan bentuk penghargaan kepada warga yang memiliki keterkaitan pribadi dengan momen kemerdekaan.
“Misalnya ada orang tua Paskibraka yang lahir pada 17 Agustus. Panitia juga menanyakan apakah ada peserta yang hari pernikahannya bertepatan dengan tanggal tersebut. Semua itu menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.
Usai upacara, para tamu dan peserta melanjutkan agenda dengan menyaksikan siaran langsung Upacara Detik-detik Proklamasi dari Istana Negara yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan resepsi kenegaraan di Ruang Mandala Bhakti Praja.






