Reni Wulandari, Perempuan Pertama Direktur Operasi SIG yang Tembus Dominasi Industri Semen

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari memimpin koordinasi Direktorat Operasi SIG Group di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari memimpin koordinasi Direktorat Operasi SIG Group di Pabrik Narogong, Jawa Barat.

Jakarta – Di tengah dominasi laki-laki dalam industri semen, nama Reni Wulandari menonjol sebagai sosok perempuan yang berhasil menembus batas dan membuktikan kompetensi di sektor industri berat.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, Reni kini menjabat sebagai Direktur Operasi di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sejak April 2023. Ia sekaligus menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi strategis tersebut dalam sejarah perusahaan.

Lulusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro dan Magister Business Administration dari Swiss German University ini telah meniti karier dari level operasional hingga jajaran direksi.

Reni mengawali karier sebagai General Manager di pabrik Tuban dan Narogong milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, sebelum dipercaya menjadi Direktur Operasi di PT Semen Gresik. Puncaknya, ia diangkat sebagai Direktur Operasi SIG melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 18 April 2023.

Sejak menjabat, Reni menerapkan pendekatan Visible-Felt Leadership, yakni kepemimpinan yang menekankan kehadiran langsung di lapangan dan interaksi aktif dengan tim operasional.

“Kehadiran pemimpin sangat penting, terutama di area operasi yang didominasi karyawan laki-laki. Saya tidak mengalami kendala terkait bias gender. Ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender di SIG bukan sekadar slogan, tetapi telah terimplementasi,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam membangun kepercayaan serta mendorong kinerja operasional perusahaan.

Sebagai penerima penghargaan The Most Extraordinary Women Business Leaders 2024, Reni menegaskan bahwa keberhasilan perempuan di industri berat tidak ditentukan oleh perdebatan soal kesetaraan, melainkan oleh kompetensi dan konsistensi kinerja.

“Kesetaraan gender akan terlihat dari dampaknya terhadap profitabilitas, inovasi, dan produktivitas melalui keberagaman perspektif,” ungkapnya.

Menurutnya, lingkungan kerja berbasis merit yang mengedepankan kompetensi, kualifikasi, dan profesionalisme menjadi kunci bagi organisasi untuk berkembang.

Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menambahkan bahwa perusahaan telah menerapkan kebijakan Fair Employment Opportunity Policy untuk menjamin kesempatan yang adil dan setara bagi seluruh karyawan.

“Kami memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses rekrutmen maupun seleksi. Semua dilakukan secara transparan berdasarkan kompetensi dan kinerja,” jelasnya.

Selain itu, SIG juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi karyawan perempuan, seperti cuti melahirkan, ruang laktasi, serta dispensasi haid. Perusahaan juga membentuk komunitas “Srikandi SIG” sebagai wadah pengembangan talenta perempuan.

SIG turut memperkuat komitmen tersebut melalui penerapan Respectful Workplace Policy, guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk pelecehan maupun kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *