Gresik — Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba, Polsek Cerme bersama tiga pilar yakni Kecamatan Cerme dan Pemerintah Desa Tambak Beras, menggelar kegiatan penyuluhan anti narkoba di Balai Desa Tambak Beras, belum lama ini.
Kegiatan edukatif tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat desa, karang taruna, ibu-ibu PKK, ketua RW dan RT, hingga kader posyandu. Mereka hadir dan berpartisipasi aktif dalam sesi penyuluhan yang bertujuan untuk membentuk kesadaran kolektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan desa.
Kepala Desa Tambak Beras, Wahyudi, menyampaikan apresiasinya atas penyuluhan yang digagas oleh Polsek Cerme. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat penting sebagai bekal masyarakat untuk mengenali, mencegah, dan melaporkan potensi peredaran narkoba di lingkungan mereka.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Banyak warga yang sebelumnya belum benar-benar memahami bahaya narkoba. Setelah penyuluhan ini, kami jadi lebih paham cara mengenalinya dan mencegah peredarannya,” ujar Wahyudi, Kamis (19/6/2025).
Sementara itu, Kapolsek Cerme, Iptu Andik Asworo, yang bertindak sebagai narasumber utama, menyampaikan materi terkait jenis-jenis narkoba, dampak buruk penggunaannya, serta ancaman peredaran gelap narkoba terhadap individu dan tatanan sosial.
“Kami berharap tokoh masyarakat dan aparat setempat yang hadir bisa menjadi agen perubahan. Penyuluhan ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong semua pihak untuk terlibat aktif dalam memerangi narkoba,” tegasnya.
Melalui penyuluhan ini, Polsek Cerme berharap terjalin sinergi yang kuat antara masyarakat dan aparat dalam upaya pencegahan. Warga diimbau untuk lebih waspada dan berani melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba.
“Dengan langkah bersama, kita dapat membangun masyarakat yang bersih dari narkoba dan menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berintegritas,” pungkas Iptu Andik.
Camat Cerme, Umar Hasyim, juga turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata bagi masa depan bangsa, dan upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan paling dasar, yaitu desa.
“Kami mendukung penuh kolaborasi ini dan mendorong agar kegiatan edukasi semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Umar.
Penyuluhan ini diharapkan menjadi titik awal dari penguatan gerakan desa dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari bahaya narkoba, sebagai bagian dari visi membangun masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera.






