Pemdes Dooro Resmi Dirikan Koperasi Desa Merah Putih, Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Potensi

Musdes pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Desa Dooro, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Musdes pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Desa Dooro, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Gresik – Pemerintah Desa (Pemdes) Dooro, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, resmi mendirikan Koperasi Desa Merah Putih. Legalitas pendirian koperasi tersebut telah dikukuhkan melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) oleh Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK).

Pendirian koperasi ini merupakan tindak lanjut dari program Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan koperasi desa sebagai instrumen strategis dalam mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat secara inklusif.

Kepala Desa Dooro, Choirul Umam, menjelaskan bahwa pendirian koperasi tersebut telah melalui tahapan Musyawarah Desa (Musdes) pada 26 April 2025 dan kini tinggal menunggu jadwal peresmian dari Pemerintah Kabupaten Gresik.

“Tanggal 26 April lalu kami sudah menggelar Musdes untuk pendirian Koperasi Desa Merah Putih, dan tanggal 30 Juni adalah batas akhir pengesahan badan hukum. Tapi alhamdulillah, kami sudah menyelesaikan seluruh proses dan saat ini sudah memegang SK dari notaris,” ujar Umam, Sabtu (21/6/2025).

Umam menambahkan, langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 09 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan, serta mendukung Nawa Karsa Bupati Gresik dalam mewujudkan desa berdaya berbasis potensi lokal.

“Setelah SK diterbitkan, kami tinggal menunggu jadwal launching dari Pemkab Gresik yang sesuai petunjuk pelaksanaan (Juklak) dijadwalkan pada 12 Juli mendatang. Selanjutnya akan masuk pada tahap pembinaan dan pengembangan koperasi,” jelasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Desa Dooro dirancang sebagai lembaga ekonomi multifungsi yang mampu mengelola potensi lokal secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berbasis kekuatan kolektif masyarakat.

“Salah satu fokus utama koperasi ini adalah optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal melalui penghimpunan dan pengelolaan produk unggulan desa—baik dari sektor UMKM, pertanian, perikanan, peternakan, hingga kriya—untuk ditingkatkan nilai tambahnya,” pungkas Umam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *