Maraknya Peredaran Narkoba di Wilayah Gresik Utara, Anggota Komisi III DPRD Gresik : Perangi Narkoba Harus Dilakukan Seluruh Pihak

Ilustrasi. BNNK Gresik
Ilustrasi. BNNK Gresik

Gresik – Fenomena maraknya peredaran narkoba khususnya di wilayah Gresik Utara menjadi keprihatinan serius bagi masyarakat maupun berbagai pihak. Apalagi, secara letak geografis Gresik Utara merupakan basis lembaga pendidikan formal bahkan pondok pesantren.

Baru-baru ini, empat tersangka diringkus Badan Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Gresik terkait peredaran narkoba. Ironisnya, komplotan tersangka penyalahgunaan obat terlarang yang diamankan tersebut seluruhnya merupakan warga Kecamatan Bungah dan masih satu jaringan.

Mengenai hal itu, Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menilai bahwa antisipasi terhadap maraknya peredaran penyalahgunaan narkoba harus dilakukan oleh seluruh pihak. Sebab peredaran obat haram tersebut tidak hanya menyasar kalangan orang kaya, tetapi juga anak-anak dan seluruh lapisan masyarakat.

“Perlu sosialisasi bahaya narkoba, dan komitmen semua pihak untuk melakukan gerakan perangi narkoba, baik dengan karang taruna, remaja masjid maupun yang lain,” ucapnya, Selasa (10/5/2023).

Dia pun menghimbau agar masyarakat dapat memberikan edukasi kepada kalangan muda untuk lebih terhadap aktivitas yang lebih produktif, seperti pengembangan bakat baik olahraga maupun dunia kewirausahaan.

“Apalagi, pemerintah telah hadir memberikan sarana prasarana seperti tempat olah raga, pelatihan kewirausahaan, yang dibutuhkan agar pemuda bisa mengembangkan bakat dan menghindari narkoba,” terang Hamdi.

Senada dengan itu, Ahmad Sodiq Sekretaris MWC NU Bungah menyatakan, tentu kondisi ini harus menjadi keprihatinan kita bersama. Apalagi wilayah Kecamatan Bungah menjadi basisnya pesantren, santri, kiai, dan lembaga pendidikan.

“Maka sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, seluruh elemen harus bergandeng tangan dan jemput bola terjun ke masyarakat memberikan edukasi serta kampanye bahaya narkoba,” ujarnya.

Langkah mengantisipasi peredaran penyalahgunaan narkoba khususnya di wilayah Gresik Utara. Harus menjadi komitmen semua pihak untuk lebih mengintensifkan jemput bola melakukan kampanye tentang bahaya barang haram tersebut ke seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang status sosial maupun usia.

“Kebetulan kami juga punya program lailatul ijtima’ di setiap ranting-ranting, tentu itu bisa kami jadikan media kampanye memerangi narkoba di tengah masyarakat. Ada juga banom-banom NU tingkat kecamatan yang memiliki program pencegahan penyalahgunaan narkoba,” terang Sodiq.

Selain itu pengawasan orang tua terhadap anak dan keluarga juga sangat penting. Sodiq juga berharap pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba juga dijadikan materi dakwah dalam setiap aktivitas dan rutinitas di tempat ibadah seperti masjid dan musola.

“Bagi lembaga masjid maupun musala, bisa dimulai untuk para khotib dan pengajian di masjid menyelipkan materi tentang bahaya narkoba, dan menggalakkan gerakan anti narkoba,” tegas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *