Mendag Resmikan Pasar Tematik Sidayu, Dorong Ekonomi dan Wisata Gresik Utara

Pasar Tematik Sidayu yang berlokasi di Pasar Tematik Sidayu resmi dibuka pada Jumat (10/4/2026). Peresmian pasar tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso.
Pasar Tematik Sidayu yang berlokasi di Pasar Tematik Sidayu resmi dibuka pada Jumat (10/4/2026). Peresmian pasar tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso.

Gresik – Pasar Tematik Sidayu yang berlokasi di Pasar Tematik Sidayu resmi dibuka pada Jumat (10/4/2026). Peresmian pasar tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso.

Dalam kegiatan tersebut, Mendag didampingi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, serta Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain meresmikan pasar, Mendag juga berinteraksi langsung dengan para pedagang. Ia bahkan membeli sejumlah dagangan dan membagikannya kepada masyarakat yang berada di lokasi.

Tak hanya itu, pengecekan harga kebutuhan pokok turut dilakukan guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga di pasar tersebut.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menjelaskan bahwa Pasar Sidayu memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi bagi wilayah Gresik utara, meliputi Kecamatan Bungah, Sidayu, Panceng, Ujungpangkah, hingga Dukun.

Pasar ini juga memiliki tradisi khas pasaran Pahing, yang setiap pelaksanaannya selalu ramai dikunjungi masyarakat. Selain itu, Pasar Sidayu memiliki nilai historis karena dibangun oleh tokoh setempat, Kanjeng Sepuh Sidayu.

“Setelah sempat mengalami kebakaran beberapa tahun lalu, pasar ini dibangun kembali dengan konsep yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai budaya,” ungkap Bupati yang akrab disapa Gus Yani.

Pembangunan pasar dilakukan dalam dua tahap. Tahap awal menggunakan anggaran sekitar Rp3 miliar, kemudian dilanjutkan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp30 miliar. Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan pendampingan dari Kejaksaan Agung guna memastikan transparansi.

Menurut Gus Yani, konsep pasar tematik ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

“Kami ingin pasar ini menjadi pusat ekonomi sekaligus tujuan wisata. Kami belajar dari negara lain yang berhasil menjadikan pasar tradisional sebagai daya tarik wisata,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memberikan apresiasi terhadap kondisi pasar yang dinilai bersih, tertata, dan memiliki potensi besar untuk berkembang.

“Pasarnya bagus sekali, bersih, dan pengelolaan sampahnya sudah berjalan dengan baik. Ini bisa menjadi contoh bagi pasar lain,” tuturnya.

Ia juga menyoroti stabilitas harga kebutuhan pokok yang dinilai cukup baik. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, beberapa komoditas bahkan dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ini harus terus dijaga. Stabilitas harga sangat penting untuk masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong pengelola pasar dan para pedagang untuk mulai beradaptasi dengan era digital. Pemanfaatan platform online dinilai dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Sekarang zamannya digital. Pedagang harus mulai belajar jualan online, jadi tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *