Muharram Berbagi 1448 H, RUPS MUI Gresik Santuni Puluhan Anak Yatim dan Tebarkan Semangat Raih Masa Depan

peringatan Muharram 1448 Hijriah yang digelar Yayasan Rumah Umat Peduli Sesama (RUPS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik di Rumah Yatim Al Firman, Perum Pongangan Indah, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Ahad (12/7/2026).
peringatan Muharram 1448 Hijriah yang digelar Yayasan Rumah Umat Peduli Sesama (RUPS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik di Rumah Yatim Al Firman, Perum Pongangan Indah, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Ahad (12/7/2026).

Gresik – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim mewarnai peringatan Muharram 1448 Hijriah yang digelar Yayasan Rumah Umat Peduli Sesama (RUPS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik di Rumah Yatim Al Firman, Perum Pongangan Indah, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Ahad (12/7/2026).

Mengusung tema Muharram Berbagi 1448 Hijriah, kegiatan tersebut menghadirkan puluhan anak yatim untuk menerima santunan sekaligus mendapatkan motivasi agar tetap optimistis menatap masa depan. Acara dihadiri para donatur, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, jajaran MUI Kabupaten Gresik, serta masyarakat sekitar yang bersama-sama memperkuat semangat kepedulian sosial di bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan khotmil Al-Qur’an pada pagi hari sebagai bentuk doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan begitu terasa ketika para donatur dan pengurus yayasan berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat.

Ketua Yayasan RUPS MUI Kabupaten Gresik, H. Rasyid Rasminto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Muharram Berbagi. Menurutnya, kepedulian kepada anak yatim merupakan salah satu amal mulia yang dijanjikan pahala besar oleh Allah SWT.

“Kami mewakili RUPS MUI Gresik menyampaikan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh donatur. Semoga kedermawanan Bapak dan Ibu dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tidak pernah merasa rendah diri atas kondisi yang mereka alami.

“Anak-anakku, jangan pernah merasa kecil hati. Semoga kalian semua diberikan kesuksesan oleh Allah SWT,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Rasyid menjelaskan bahwa Yayasan RUPS MUI Kabupaten Gresik terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Selain kegiatan santunan anak yatim, yayasan juga secara rutin menyelenggarakan pembelajaran keagamaan bagi anak-anak serta kajian fikih wanita yang dilaksanakan setiap hari Jumat.

Ia juga mengungkapkan bahwa RUPS MUI Gresik kini telah resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sehingga memiliki kewenangan untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

“RUPS MUI Gresik juga telah resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sehingga memiliki kewenangan untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Kepala Desa Pongangan, Aang Chunaifi, ST, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur karena kegiatan santunan dapat dilaksanakan pada bulan Muharram, yang selama ini dikenal masyarakat sebagai momentum memuliakan anak yatim.

“Bulan Muharram sering juga disebut sebagai bulan anak yatim. Alhamdulillah hari ini kita dapat melaksanakan santunan kepada anak-anak yatim,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Desa Pongangan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

“Jazakumullah ahsanal jaza’. Semoga menjadi amal baik, dilapangkan rezekinya, dan kita semua dijauhkan dari bala bencana,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag., mengingatkan bahwa status sebagai anak yatim merupakan ketetapan Allah SWT yang harus diterima dengan penuh keimanan, namun bukan alasan untuk kehilangan harapan dalam meraih masa depan.

“Menjadi yatim bukanlah permintaan, menjadi yatim adalah qadarullah. Menjadi yatim bukan berarti putus masa depannya,” katanya.

Dalam tausiyahnya, Prof. Chalik mengutip sabda Rasulullah SAW mengenai keutamaan menyantuni anak yatim.

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini,” sabda Rasulullah SAW seraya mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan.

Menurutnya, hadis tersebut menjadi motivasi bagi seluruh umat Islam untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap anak-anak yatim sebagai bagian dari ibadah sosial yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah SWT.

Tak hanya memberikan motivasi kepada para peserta, Prof. Chalik juga membagikan kisah hidupnya yang telah menjadi anak yatim sejak berusia 10 tahun. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi maupun kondisi keluarga tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan dan kesuksesan apabila disertai tekad yang kuat serta dukungan dari banyak orang.

“Saya ini yatim sejak usia 10 tahun. Meskipun saya yatim, asa dan cita-cita tidak boleh terputus. Melalui banyak tangan orang baik, alhamdulillah saya bisa sampai menjadi guru besar. Maka anak-anakku harus optimistis untuk meraih masa depan,” pesannya yang disambut antusias para peserta.

Ia berharap anak-anak yatim terus semangat belajar, menjaga akhlak, serta memiliki keyakinan bahwa masa depan dapat diraih melalui usaha, doa, dan pertolongan Allah SWT.

Di akhir sambutannya, Prof. Chalik menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, panitia, dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan Muharram Berbagi.

“MUI Kabupaten Gresik menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu yang ikut menyukseskan kegiatan ini, sekaligus menyantuni anak-anak yatim di bulan Muharram. Semoga seluruh amal kebaikan ini menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut wakif Rumah Yatim Al Firman, H. Mashudi dan Hj. Ida Lailatussa’diyah, Dewan Pengawas RUPS MUI Kabupaten Gresik Drs. Nur Fakih, serta jajaran Pengurus RUPS MUI Kabupaten Gresik, yakni H. Muhammad Salim, M.Pd., H. Khumaidi, S.Ag., Habibur Rohman, S.Pd.I., M.Pd., dan Ahmad Aminuddin, M.A.

Melalui kegiatan Muharram Berbagi 1448 Hijriah ini, RUPS MUI Kabupaten Gresik berharap semangat kepedulian terhadap anak-anak yatim terus tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui santunan sesaat, tetapi juga melalui dukungan berkelanjutan agar mereka memperoleh pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *