Pecahkan Rekor MURI, Festival Nasi Krawu Habiskan Ratusan Kilogram Daging dan Beras

Pemilik Nasi Krawu Buk Marjani
Pemilik Nasi Krawu Buk Marjani

Gresik – Sebanyak 210 kilogram daging sapi dan 420 kilogram beras diolah dalam satu kali proses memasak untuk menghasilkan 3.000 bungkus nasi krawu yang akan menjadi sajian utama Festival Tumpeng Nasi Krawu 2026 di Kabupaten Gresik.

Ribuan bungkus nasi krawu tersebut akan disusun membentuk tumpeng raksasa setinggi 4,5 meter yang dipersiapkan untuk mencatatkan rekor baru di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Pemilik Nasi Krawu Buk Marjani sekaligus penanggung jawab dapur, Fathia, mengatakan proses produksi kali ini merupakan yang terbesar yang pernah dikerjakan timnya.

Selain ratusan kilogram daging sapi dan beras, proses memasak juga membutuhkan puluhan kilogram bumbu dan bahan pelengkap agar cita rasa khas nasi krawu tetap terjaga.

“Kami menghabiskan 210 kilogram daging sapi dan 420 kilogram beras. Untuk pelengkapnya kami menyiapkan 25 kilogram sambal serta 60 butir kelapa untuk membuat serundeng,” ujar Fathia, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, seluruh bahan baku tersebut diolah secara gotong royong bersama lima pelaku UMKM kuliner lokal di Kabupaten Gresik.

Proses memasak berlangsung selama sekitar enam jam tanpa henti dengan tetap mempertahankan teknik pengolahan tradisional agar cita rasa autentik nasi krawu tetap terjaga meski diproduksi dalam jumlah besar.

“Semoga semua prosesnya berjalan lancar hingga hari pelaksanaan,” harapnya.

Setelah selesai dimasak, sebanyak 3.000 bungkus nasi krawu akan ditata pada kerangka tumpeng setinggi 4,5 meter yang telah diprersiapkan di halaman Masjid Robah Maksum, kawasan Wisata Edukasi Gresik Universal Science (GUS), Balongpanggang.

Ketua Panitia Festival Tumpeng Nasi Krawu dari Komunitas Wartawan Grissee (KWGe), Agus, menjelaskan seluruh nasi krawu tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat pada puncak festival, Minggu (28/6/2026), mulai pukul 09.00 WIB.

Festival Tumpeng Nasi Krawu sendiri akan berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu, 27–28 Juni 2026.

“Puncaknya adalah penobatan mahakarya Tumpeng Nasi Krawu ini sebagai Rekor MURI,” kata Agus.

Selain pesta kuliner, festival juga menghadirkan beragam kegiatan bagi masyarakat, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan gratis, panggung teatrikal, lomba mewarnai, pertunjukan seni tari tradisional, hingga pameran produk UMKM lokal.

Melalui festival ini, panitia berharap kuliner khas Gresik semakin dikenal masyarakat luas sekaligus menjadi momentum pelestarian warisan kuliner daerah melalui pencapaian rekor nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *