SIG Jadi Contoh Industri Hijau Nasional, Wakil Menteri Perindustrian Beri Apresiasi

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza (kanan) didampingi Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kedua kanan) mengunjungi green zone yang merupakan fasilitas pengelolaan limbah terbesar se-Asia Tenggara di area Pabrik Narogong, Jawa Barat, pada Senin (23/6/2025).
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza (kanan) didampingi Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kedua kanan) mengunjungi green zone yang merupakan fasilitas pengelolaan limbah terbesar se-Asia Tenggara di area Pabrik Narogong, Jawa Barat, pada Senin (23/6/2025).

Jakarta — Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mengapresiasi komitmen dan konsistensi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam menjalankan bisnis berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja ke Pabrik SIG di Narogong, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/6/2025). Di sana, Faisol Riza melihat langsung implementasi standar industri hijau oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

“SIG Group telah menjadi contoh bagaimana industri semestinya patuh terhadap standar industri hijau. Harapannya, apa yang dilakukan industri semen ini bisa menjadi acuan bagi sektor industri lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, penerapan industri hijau sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yang berlandaskan efisiensi sumber daya, perlindungan lingkungan, dan manfaat sosial. Menurutnya, SIG juga telah menunjukkan inovasi berkelanjutan dalam penggunaan energi dan efisiensi proses produksi, yang diakui melalui berbagai penghargaan dari Kementerian Perindustrian.

Senada, Ketua Asosiasi Semen Indonesia, Lilik Unggul Raharjo, menyebut percepatan industri hijau di sektor semen sangat penting, terutama dalam mendukung target dekarbonisasi nasional serta mengantisipasi regulasi karbon di negara tujuan ekspor.

Sementara itu, Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dalam proses transformasi SIG menjadi perusahaan berorientasi industri hijau dan 4.0.

“Sebagai market leader, kami ingin menjadi penyedia solusi bahan bangunan yang tidak hanya fokus pada pelanggan, tetapi juga berkomitmen terhadap keberlanjutan dan penciptaan nilai bagi pemangku kepentingan,” jelasnya.

SIG saat ini memproduksi semen di bawah merek ternama seperti Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, Thang Long, Semen Baturaja, dan Semen Merdeka. Produk SIG bahkan memiliki emisi karbon 38% lebih rendah dibandingkan produk konvensional.

Lebih jauh, SIG juga mengembangkan lini bisnis pengelolaan limbah ramah lingkungan melalui Nathabumi, yang mengoperasikan fasilitas RDF (refuse-derived fuel) pertama dan terbesar di Indonesia. Teknologi ini berperan penting dalam mendukung industri hijau serta melibatkan masyarakat dalam rantai pasok, seperti penyediaan biomassa dan pengelolaan RDF.

Atas upaya ini, SIG telah meraih berbagai penghargaan, termasuk tiga PROPER Emas, lima PROPER Hijau, dan Green Leadership 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dari Kementerian Perindustrian, SIG juga memperoleh penghargaan Industri Hijau 2024, National Lighthouse Industry 4.0, dan INDI 4.0.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *