Plt Bupati Gresik Paparkan Capaian Program 100 Hari, Komitmen Nawakarsa Mulai Terwujud

Konferensi pers Paparan 100 Hari kerja disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Senin (16/6).
Konferensi pers Paparan 100 Hari kerja disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Senin (16/6).

Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membeberkan capaian Program 100 Hari Kerja sebagai bentuk nyata komitmen dalam menjalankan visi-misi Nawakarsa. Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, dalam konferensi pers di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Senin (16/6).

Dalam kesempatan itu, dr. Alif menegaskan bahwa sebagian besar program yang dirancang telah berhasil dicapai bahkan melampaui target. Program ini, menurutnya, menjadi tolok ukur awal kinerja pemerintahan menuju lima tahun masa kepemimpinan yang lebih efektif dan responsif.

“Alhamdulillah, hampir seluruh program berhasil tercapai hingga 100 persen, bahkan ada yang melampaui target. Namun, beberapa masih perlu penyesuaian karena faktor situasional di lapangan,” kata dr. Alif di hadapan wartawan.

Beberapa program unggulan yang melebihi ekspektasi antara lain rehabilitasi ruang kelas di enam sekolah dasar yang mencapai 120% dari target, serta aktivasi 282 admin perusahaan dari target awal 285 (100,9%).

Capaian-capaian ini divisualisasikan dalam video progres sembilan Nawakarsa yang diputar dalam acara tersebut.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah isu strategis turut dibahas. Terkait banjir, dr. Alif mengungkapkan Pemkab terus melakukan pembenahan infrastruktur dan pembebasan lahan untuk kolam retensi.

“Salah satu indikator keberhasilan adalah kecepatan surutnya air. Meski banjir kemarin cukup besar, air surut dalam satu hari. Ini bukti nyata upaya penanggulangan yang terarah,” ujarnya.

Untuk menurunkan angka pengangguran, Pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja telah mengadakan job fair dan walk-in interview, serta mendorong kewirausahaan di sektor pertanian, peternakan, dan lainnya.

Sementara itu, upaya pengentasan stunting difokuskan pada intervensi sejak masa pranikah hingga balita. Seluruh calon pengantin yang terdata di aplikasi Detak Keris telah mendapatkan pendampingan dan edukasi. Program SOTH (Sekolah Orang Tua Hebat), Yanda Bunda, dan GUS (Gresik Urus Stunting) menjadi bagian dari pendekatan holistik.

Menghadapi krisis air bersih akibat menurunnya debit sumber Umbulan, Pemkab menjalin koordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencari solusi jangka panjang.

Di sektor kesehatan, fasilitas enam puskesmas telah ditingkatkan dengan ruang rawat inap dan penambahan 19 tempat tidur. RS Gresik Sehati juga diperkuat dengan tambahan dokter spesialis, termasuk untuk wilayah Bawean.

Menutup konferensi, dr. Alif menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi menyukseskan Program 100 Hari Kerja.

“Keberhasilan ini bukan kerja satu pihak, tetapi buah kolaborasi. Kami terbuka terhadap kritik dan saran demi Gresik yang lebih maju,” pungkasnya.

Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah awak media lokal maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *