Gresik – Hearing gabungan komisi I dan IV DPRD, yang di pimpin Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) yang telah beroprasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Manyar Dengan berbagai elemen dan warga Desa ring satu berlangsung alot.
Setelah hearing berjalan cukup lama, akhirnya PTFI menyepakati untuk melakukan serapan tenaga kerja lokal, serta penyaluran CSR secara maksimal.
Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir selaku pemimpin rapat mengatakan, meski rapat hering agak alot dan masyarakat bisa meluapkan unek-unek nya. Dari PTFI sudah melunak, dan prioritaskan tenaga kerja lokal sesuai dengan kebutuhan dan skilnya.
“Sebelumya, laporan ke Dewan sudah banyak PTFI dalam rekrutmen tenaga kerja dan CSR tidak transparan. Bahkan tenaga kerja lokal cenderung terabaikan, dan di masuki tenaga kerja luar Gresik,” ungkapnya, Rabu (30/10/2024).

Syahrul Munir menambahkan, bahwa rapat hearing telah terjadi kesepatan dengan PTFI. Antara lain, serapan tenaga kerja lokal harus 60 persen, aplikasi MS Media dihapus dan lowongan pekerjaan akan dilakukan melalui satu pintu dan di fasilitasi Disnaker.
“Untuk proses akan segera dilakukan pekan depan bersama dengan pemutakhiran datanya. Dan kami Anggota Dewan akan terus mengawal, Jika nanti tidak sesuai pasti akan kami panggil kembali dengan rapat hering,” jlentreh Syahrul.
Sementara itu menurut Kepala Desa Kramat Taufiq, bahwa selama PTFI beroperasi. Hampir tiap hari di tanya warga lowongan pekerjaan, namun hingga kini juga tidak kunjung ada. Bahkan warga yang notabenya berada di ring satu PTFI, terkesan di kesampingkan dan tidak di hargai.
“Kami WA (Whatsapp) HRD PTFI tidak pernah di jawab, tapi kalau WA ketua DPRD kok langsung di jawab. Padahal dulu janjinya, ketika beroprasi masyarakat soal kerja jadi prioritas utama,” ujarnya.
“intinya masyarakat pingin kerja dan dapat uang. Jangan di persulit masuknya, sebab dalam proses pembangunan hingan sekarang telah beroprasi warga tidak pernah menganggu bahkan mendukung,” tutup taufiq.
Vice President Government Relation dan Smelter Technical Support PTFI, Harry Pancasakti mengatakan dalam hering. Bahwa saat telah memiliki tenaga kerja sebanyak 1440 orang. Dari total 1440 pekerja itu, 715 hasil rekrutmen internal dan sisa sebanyak 725 pekerja dari pihak kontraktor.
“Untuk data base tidak bisa memberikan sekarang, akan segera di kirim setelah melakukan validasi supaya singkron tidak ada kesalahan. Dan kami sepakat untuk warga Desa di ring satu dalam 9 desa, proses rekrutmen tenaga kerja satu pintu lewat disnaker. Untuk CSR, akan di sesuikan di bumdes masing-masing desa,”ungkapnya.
Diketahui semenjak adanya proyek pembangunan JIIPE warga Desa Kramat, mayoritas sebagai petambak dan nelayan harus kehilangan mata pencaharian. Penghasilan jadi menurun drastis, dulu sehari mampu mendapatkan sekitar Rp 300-500 ribu perhari. Sekarang hanya Rp 50 ribu, itu sudah susah dan sulit.
Dalam tuntutan mereka Intinya masyarakat ring satu pada khususnya dan masyarakat Gresik pada umumnya berharap aturan Perda tentang 60 persen harus menggunakan pekerja lokal segera dilaksanakan dan dibuktikan dalam kesepatan.






